ARTIKELBERANDA

Manusia Berisik

Dalam era digital yang terus berkembang, kebisingan tidak hanya merujuk pada suara bising yang kita dengar di sekitar kita, tetapi juga merambah ke dunia maya. Fenomena ini tercermin dengan kuat dalam lirik lagu “Dere – Berisik”, yang menggambarkan kehidupan yang penuh dengan kebisingan dan hiruk-pikuk informasi yang terus mengalir. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi makna lirik lagu ini dalam konteks zaman sekarang dan bagaimana kebisingan di berbagai bentuknya mempengaruhi kehidupan manusia masa kini.

Lirik lagu “Dere – Berisik” menggambarkan suasana kehidupan yang penuh dengan kebisingan dan distraksi. Ia menyampaikan pesan tentang bagaimana kebisingan dari berbagai arah bisa mengganggu dan membingungkan, membuat sulit bagi seseorang untuk menemukan kedamaian dan keheningan dalam dirinya sendiri. Lagu ini juga menyoroti bagaimana teknologi dan media sosial telah menjadi penyebab utama dari kebisingan modern, yang terkadang membuat kita kehilangan fokus dan arah dalam hidup.

Dalam konteks zaman sekarang, lirik lagu ini sangat relevan dengan realitas kehidupan kita sehari-hari. Teknologi modern, seperti smartphone, media sosial, dan platform digital lainnya, telah menciptakan lingkungan yang penuh dengan informasi yang terus mengalir, menyebabkan kebisingan mental yang tidak pernah berhenti. Kita terus-menerus terpapar dengan berita, gosip, opini, dan konten lainnya yang memenuhi feed sosial kita, sehingga sulit bagi kita untuk menemukan momen kedamaian dan ketenangan sejati.

Dampak Kebisingan Modern

Kebisingan modern memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan mental dan kesejahteraan kita. Terlalu banyak informasi dan distraksi bisa menyebabkan stres, kecemasan, dan gangguan tidur. Selain itu, kebisingan juga dapat mengganggu kemampuan kita untuk berkonsentrasi, mempengaruhi produktivitas, dan bahkan merusak hubungan sosial. Kita mungkin merasa terhubung secara digital, tetapi seringkali kita merasa semakin terasing secara emosional dari orang-orang di sekitar kita.

Diskusi dan perdebatan di media sosial seringkali berubah menjadi pertengkaran dan konfrontasi yang tidak produktif. Komentar-komentar yang kasar, penghinaan, dan tuduhan-tuduhan saling menghujat menjadi bagian dari kebisingan informasi yang meracuni lingkungan online, kebisingan informasi modern ini dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesejahteraan mental dan emosional kita. Terlalu banyak informasi yang tidak relevan atau negatif dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan kelelahan mental. Selain itu, kebisingan informasi juga dapat mengganggu kemampuan kita untuk berkonsentrasi, membuat keputusan yang tepat, dan merasa terhubung dengan diri sendiri dan orang lain secara batiniah.

Dalam menghadapi kebisingan informasi modern ini, penting bagi kita untuk mengembangkan kemampuan untuk menyaring informasi, memilih sumber yang dapat dipercaya, dan membatasi paparan informasi yang tidak perlu. Selain itu, kita juga perlu belajar untuk menyadari pengaruh kebisingan informasi terhadap kesejahteraan kita dan mencari cara-cara untuk mengelola stres dan memulihkan keseimbangan dalam kehidupan digital kita.

Menemukan Kedamaian di Tengah Kebisingan

Meskipun kita hidup dalam zaman yang penuh dengan kebisingan, penting bagi kita untuk belajar menemukan kedamaian dan keheningan dalam diri kita sendiri. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mengatur waktu dan ruang untuk diri sendiri di tengah-tengah kebisingan sehari-hari. Misalnya, luangkan waktu untuk meditasi, refleksi, atau kegiatan lain yang membantu kita untuk menenangkan pikiran dan menemukan ketenangan batin.

Selain itu, kita juga perlu memperhatikan konsumsi informasi dan media kita. Terlalu banyak terpapar dengan berita dan konten digital bisa membuat kita merasa terbebani dan stres. Cobalah untuk membatasi waktu yang dihabiskan di media sosial dan mengambil jeda dari layar elektronik sesekali untuk men yegarkan pikiran dan tubuh kita.

Meditasi dan mindfulness adalah praktik-praktik yang dapat membantu kita menenangkan pikiran dan merasakan kedamaian dalam diri kita sendiri. Dengan melakukan meditasi secara teratur, kita dapat belajar untuk mengatasi stres dan kecemasan, serta meningkatkan konsentrasi dan kesadaran diri. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari, penting bagi kita untuk membuat waktu untuk hening dan ketenangan. Mungkin itu berarti menyisihkan waktu setiap hari untuk duduk di tempat yang tenang, berjalan-jalan di alam, beribadah, atau menikmati kegiatan yang membuat kita merasa tenang dan terhubung dengan diri sendiri. 

Dalam menghadapi kebisingan informasi dari media sosial dan platform digital, penting bagi kita untuk belajar menyaring informasi yang masuk. Cobalah untuk membatasi waktu yang dihabiskan di media sosial, mengikuti akun yang memberikan nilai positif, dan memilih sumber-sumber informasi yang tepercaya dan bermanfaat.  Terakhir, penting bagi kita untuk menciptakan ruang dalam hidup kita untuk refleksi dan introspeksi. Melalui refleksi, kita dapat memahami diri sendiri lebih baik, mengeksplorasi nilai-nilai dan tujuan hidup kita, dan menemukan kedamaian dalam diri kita sendiri.

Mengubah Kebisingan Menjadi Kreativitas

Meskipun kebisingan dapat menjadi gangguan, kita juga dapat belajar untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang positif. Kreativitas sering kali muncul dari kekacauan, dan kebisingan dapat menjadi sumber inspirasi yang tak terduga. Dengan melihat kebisingan sebagai tantangan yang harus diatasi, kita dapat menggunakan energi yang dihasilkannya untuk menghasilkan karya-karya yang inovatif dan berarti.

┬áLirik lagu “Dere – Berisik” mengajak kita untuk merenungkan dampak kebisingan modern dalam kehidupan kita. Dalam era di mana informasi terus mengalir dan distraksi tidak pernah berhenti, penting bagi kita untuk belajar menemukan kedamaian dan keheningan dalam diri kita sendiri. Dengan mengatur waktu dan ruang untuk refleksi dan meditasi, membatasi konsumsi media, dan mengubah kebisingan menjadi kreativitas, kita dapat menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan kita di tengah-tengah kebisingan zaman sekarang.

Penulis: Hanif Syairafi Wiratama

admin

Islamika Media Group merupakan Lembaga Pers Mahasiswa yang berada di bawah naungan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *