Mengapa Tafsir Al-Qur’an Kontemporer Dibutuhkan di Era Sekarang?
Banyak orang awam yang bertanya seputar pentingnya tafsir kontemporer. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: jika Al-Qur’an sudah terbukti sempurna dan berlaku hingga akhir zaman, kenapa masih perlu penafsiran yang menyesuaikan dengan kondisi masa kini?
Sekilas, petanyaan ini mungkin terlihat tidak penting. Tetapi, jika dipahami lagi, kebutuhan terhadap tafsir kontemporer bukan berarti menunjukan Al-Qur’an tidak lengkap. Justru, hal ini terjadi karna kehidupan manusia terus berubah. Bahkan sangat jauh dari zaman Nabi Muhammad hingga sekarang.
Kehadiran Tafsir Kontemporer bertujuan untuk menghubungkan ajaran Al-Qur’an dengan kondisi kehidupan saat ini. Dengan adanya tarsir kontemporer, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an tetap bisa dipahami dan dijalankan sesuai dengan perkembangan zaman modern ini (Amin, 2013: 9). Penafsiran yang peka terhadap perkembangan isu-isu sosial dan budaya saat ini juga dapat membantu umat Muslim dalam memahami dan mempraktikkan ajaran Al-Qur’an secara lebih luas dan kontekstual (Imam Ma’arif Hidayat & Mahfud Alfaozi, 2024) dikehidupan sehari-hari.
Tidak hanya itu, tafsir kontemporer dapat membantu umat Muslim untuk mempelajari agama Islam dengan menyesuaikan kondisi sosial dan budaya yang terus berubah. Karna inilah, tafsir kontemporer menjadi peran yang sangat penting untuk menjawab problem diera sekarang (Anshara dkk. 2024: 130-147).
Al-Qur’an sebagai pedoman
Kita pasti mengetahui, bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi para umat manusia. Hal ini sudah dijelaskan dalam Al qur’an surah Al Isra ayat 9, didalamnya dijelaskan bahwa Al-Qur’an membawakan petunjuk sekaligus kabar gembira bagi orang yang berbuat kebajikan. Dengan ini, jelas bahwa ajaran yang terkandung dalam Al qur’an bersifat universal dan tidak terbatas dengan ruang dan waktu (Huda dkk. 2024). Bahkan menurut Imam Ibnu Katsir, Al-Qur’an sudah mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, dari membangun akidah, arahan beribadah, dan moralitas antar sesama manusia dan manusia kepada Tuhan. Dengan begitu, Al-Qur’an sudah mencakup petunjuk secara komprehensif.
Dalam era modernitas saat ini, tantanganya bukan Al-Qur’an yang tidak bisa menyesuaikan permasalahan umat masa kini, tetapi cara apa yang bisa dilakukan oleh manusia agar Al-Qur’an tetap bisa diterapkan diera yang terus berkembang ini? Oleh karna itu, tafsir kontemporer sangat penting. Agar memudahkan sarana dalam menghubungkan ajaran Al qur’an dengan kondisi sosial dan budaya yang dihadapi umat Muslim saat ini (Imam Ma’arif Hidayat & Mahfud Alfaozi, 2024: 271-282).
Dinamika Zaman dan Kompleksitas di Kehidupan Modern
Kalau disandingkan dengan masa lalu, kehidupan manusia saat ini dengan yang dulu sangatlah berbeda jauh karna adanya perubahan yang signifikan, seperti perkembangan gadget yang memudahkan dalam berkomunikasi dan mendapatkan informasi. Media sosial, tidak hanya untuk berkomunikasi saja, tetapi juga bisa mempengaruhi pemikiran & gaya hidup sesorang. Jadi, kemajuan tekonologi memiliki keuntungan dan tantangan tersendiri. Disatu sisi memudahkan dalam berkomunikasi dan disisi yang lain muncul tantangan seperti ketergantungan pada perangkat digital (gadget), meningkatnya masalah kesehatan mental, dan tekanan sosial yang lebih kompleks (Akib, 2024: 207–220).
Belum lagi permasalahan lain seperti kerusakan alam yang diakibatkan industrialisasi, krisis identitas dikalangan anak muda, hingga perubahan nilai-nilai sosial. Masalah-masalah diatas, tidak semua dijelaskan dalam kitab tafisr klasik, sehingga membutuhkan pendekata yang lebih kontekstual lagi untuk memhaminya (Muhammad Maskur Musa dan Musa 2022: 93-99).
Dan dari sini muncul mulai muncul kebutuhan untuk menjawab satu pertanyaan penting, bagaimana nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat diterapkan dalam mejalani realitas kehidupan yang terus berkembang saat ini?
Tafsir Kontemporer sebagai Penghubung Teks dan Realitas Masa Kini
Pada surah An Nahl ayat 44 disebutkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk menerangkan wahyu kepada seluruh umat manusia. Dan ini menunjukan proses memhami Al-Qur’an bukan hanya dibaca saja tetapi juga memburuhkan penjelasan.Nabi pertama yanh menjelaskan isi ayat sesuai keadaan umat saat itu adalan Nabi Muhammad ﷺ. Setelah Nabi Muhammad wafat, penafsiran Al-Qur’an terus berlanjut, dari para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, hingga kegenerasi masakini yang bisa disebutkan Tafsir kontemporer (Hidayat 2020: 29-76).
Seiring berjalannya waktu, dinamika Masyarakat terus berubah dan berkembang. Dengan begitu, metode penafsiran & pemahaman isi Al-Qur’an pun turut berubah. Dalam konteks inilah mulai muncul konsep tafsir kontemporer, yaitu Upaya menafsirkan Al-Qur’an dengan mempertimbangkan kondisi zaman, kondisi sosial Masyarakat, dan kemajuan ilmu pengetahuan (Rosyada 2018).
Harus dipahami, tafsir kontemporer tidak dimaksudkan untuk mengubah isi atau pesan yang terkandung dalam Al-Qur’an. Justru, pendekatan ini dilakukan supaya makna Al-Qur’an dapat dipahami dengan cara sesuai dengan keadaan zaman sekarang. Dengan ini, Al-Qur’an tetap akan relevan dan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang muncul disetiap masa (Al Faruq dkk., 2023: 213–225).
Jadi, tafsir kontemporer sangat berperan diera sekarang. Yaitu, untuk menjembatani antara teks suci yang bersifat tetap dengan realitas kehidupan manusi yang terus berkembang. Tanpa adanya upaya ini, khawatir isi Al qur’an akan terasa jauh dari kehidupan sehari-hari, padahal Al-Qur’an hadir sebagai pedoman umat manusia yang selalu relevan disteiap zaman (Fahimah 2021: 255).
Penulis: Fransischa Nayla Puteri
Editor: Muhammad Gibran Naufali

