INTEGRASI APLIKASI QARAA DALAM PEMBELAJARAN TAHSIN: KAJIAN MEDIA DAN BAHAN AJAR BAGI PESERTA DIDIK MADRASAH IBTIDAIYAH

ARTIKEL

Dinamika era digital serta masifnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) saat ini benar-benar telah mengubah cara kita mendalami Al-Qur’an. Kalau dulu belajar membaca kitab suci bergantung penuh pada tatap muka konvensional di surau atau madrasah, sekarang berbagai aplikasi hadir menawarkan kemudahan akses visual, panduan audio, hingga evaluasi pelafalan berbasis AI yang bisa diakses kapan saja. Bagi anak-anak Madrasah Ibtidaiyah (MI), fleksibilitas ini menjanjikan pengalaman belajar mandiri yang mengasyikkan, sekaligus memunculkan pertanyaan akademis: sejauh mana validitas aplikasi berbasis AI ini untuk menunjang pembelajaran tahsin di tingkat dasar?

Lewat tulisan ini, saya mengkaji aplikasi Qaraa sebagai bahan telaah kritis dalam mata kuliah Desain Media Pembelajaran Al-Qur’an (DMPQ) dan Pengembangan Bahan Ajar Al-Qur’an (PMPQ). DMPQ berfokus pada penciptaan produk media pembelajaran digital yang inovatif, sementara PMPQ mengarahkan kita pada perancangan perangkat bahan ajar yang terstruktur. Uraian berikut akan membedah fitur edukatif Qaraa, memetakan fungsi antara media dan bahan ajar, serta menilai tingkat kelayakannya bagi siswa MI.

Qaraa merupakan platform digital Al-Qur’an buatan pengembang lokal asal Pontianak yang menyematkan AI untuk mengoreksi bacaan huruf hijaiyah. Materi di dalamnya dibagi secara berjenjang, dengan fokus utama pada tahsin dan ilmu tajwid. Penjenjangan ini memberi panduan sistematis, mulai dari pengenalan huruf dasar hingga penyempurnaan makhraj dan sifat huruf.

Keunggulan utamanya terletak pada fitur koreksi berbasis AI yang sangat canggih. Jika aplikasi pendahulu hanya menilai secara umum pada tingkat kata, sistem Qaraa mengeklaim mampu mendeteksi pelafalan secara spesifik hingga tingkat per huruf (per-letter correction). Keabsahan materinya dijaga oleh tim pengajar yang kompeten di bidang tahsin. Selain itu, aplikasi ini dilengkapi Al-Qur’an digital, terjemahan, tafsir, pengingat ibadah, doa harian, dan dzikir, sehingga bentuknya menyerupai ekosistem muslim terpadu (all-in-one) yang sangat praktis.

Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis dengan fitur pembelian di dalamnya, dengan estimasi biaya langganan sekitar Rp50.000 per bulan berdasarkan pemberitaan terdahulu. Kendati demikian, klaim pengembang terkait jutaan sampel suara yang melatih sistem AI tersebut tentu masih memerlukan verifikasi independen agar validitas teknologinya teruji secara objektif di mata para pendidik.

Dalam perencanaan instruksional, kekeliruan membedakan media dan bahan ajar masih kerap dijumpai di kalangan pendidik. Secara konseptual, media menjawab pertanyaan “melalui apa” pesan disampaikan, sedangkan bahan ajar menjawab pertanyaan “apa” substansi materi yang dipelajari secara terstruktur.

Dalam kerangka DMPQ, yang bertindak sebagai media pembelajaran adalah aplikasi Qaraa beserta seluruh fitur teknologinya, termasuk mesin koreksi suara AI dan antarmuka interaktifnya. Perangkat ini memfasilitasi siswa berlatih mandiri sekaligus memperoleh umpan balik (feedback) seketika terhadap kualitas bacaan mereka.

Sebaliknya, untuk kebutuhan PMPQ, bahan ajar yang dimaksud bukanlah aplikasinya, melainkan modul atau buku panduan yang dikembangkan mandiri oleh guru. Modul ini memuat materi spesifik tahsin seperti makharijul huruf, hukum nun sukun, mim sukun, dan mad lengkap dengan tujuan, urutan topik, latihan, serta rubrik penilaian. Sebagaimana dijelaskan Amatullah et al. (2024), penyusunan materi ajar interaktif terbukti mendongkrak pemahaman siswa secara signifikan. Bahan ajar buatan guru inilah yang menjadi kemudi utama agar eksplorasi siswa melalui Qaraa tetap berada dalam koridor kurikulum yang benar.

Kehadiran media modern bertujuan mendekatkan peserta didik dengan Al-Qur’an secara adaptif (Nurrohim et al., 2025; Arsyad, 2020). Namun, karena materi Qaraa bersifat generik dan berlaku umum, ia tidak bisa diposisikan sebagai bahan ajar mandiri. Posisi paling ideal bagi Qaraa adalah sebagai media pendukung yang membawa materi dari bahan ajar rancangan pendidik. Bagi siswa MI, Qaraa layak dipertimbangkan sebagai sarana latihan penunjang di rumah. Adanya level tahsin terstruktur dan koreksi per huruf membantu mengatasi kendala terbatasnya alokasi jam pelajaran di kelas akibat padatnya kurikulum madrasah.

Namun, implementasi ini menuntut persyaratan yang ketat dari seorang pendidik. Basis data suara AI Qaraa umumnya bersumber dari qari profesional dan orang dewasa, tanpa spesifikasi sampel suara anak-anak MI. Akibatnya, tingkat keakuratan sistem dalam mendeteksi pelafalan anak perlu diuji secara empiris oleh guru. Antarmuka aplikasi yang umum juga membuat kesesuaian psikologis anak belum teruji mutlak. Telaah kualitatif di UIN Sunan Gunung Djati baru menyoroti aspek navigasi, dan belum menyajikan data kuantitatif hasil belajar yang riil di lapangan.

Berbagai riset menegaskan bahwa kualitas bacaan Al-Qur’an sangat bergantung pada bimbingan langsung guru (Ismail et al., 2023). Salsabilla dan Nurrohim (2024) membuktikan bahwa media digital baru akan optimal jika diiringi rancangan instruksional yang matang. Yang terpenting, teknologi AI tidak akan pernah sanggup menggantikan metode talaqqi secara penuh. Otoritas kebenaran bacaan tetap berada di tangan pendidik melalui uji coba terbatas, pembatasan durasi mandiri, serta verifikasi berkala di madrasah.

Dengan demikian, Qaraa menyimpan potensi besar sebagai media latihan tahsin pendamping bagi siswa MI, dengan syarat mutlak pengawasan guru dan validasi suara anak. Di ranah perkuliahan, platform ini menempati posisi optimal sebagai media pembelajaran, sementara bahan ajar tetap wajib dirancang mandiri oleh pendidik demi menjaga keterarahan kurikulum madrasah.

Penulis: Rafidah Azis

Editor: Redaksi

redaksi

Islamika Media Group merupakan Lembaga Pers Mahasiswa yang berada di bawah naungan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *