Inovasi Pembelajaran Al-Qur’an melalui Fitur Kuis dalam HijrahApp

ARTIKEL

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan agama Islam. Saat ini, proses belajar tidak hanya dilakukan melalui buku atau penjelasan guru di dalam kelas, tetapi juga dapat memanfaatkan aplikasi digital (Nurrohim, 2024) . Salah satu inovasi yang dapat dikembangkan adalah pembelajaran Al-Qur’an melalui fitur kuis dalam HijrahApp. Inovasi ini dapat menjadi alternatif untuk membantu peserta didik memahami materi Al-Qur’an dengan cara yang lebih menarik dan interaktif.

Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan hal penting bagi umat Islam. Akan tetapi, proses mempelajari Al-Qur’an terkadang dianggap sulit, terutama ketika peserta didik belum memahami huruf hijaiyah dan hukum tajwid. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa metode yang dikemas dan susunan pembelajaran yang menyenangkan dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan metode yang menarik dapat menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran Al-Qur’an(An et al. 2023) .

Melalui fitur kuis HijrahApp, materi pembelajaran dapat disajikan dalam bentuk pertanyaan dan latihan yang mendorong peserta didik untuk aktif belajar. Namun, fitur ini sebaiknya dipahami sebagai rancangan inovasi pembelajaran, bukan sebagai klaim bahwa seluruh fungsi tersebut sudah tersedia atau telah diuji secara langsung dalam HijrahApp.

Pembelajaran Al-Qur’an melalui fitur kuis HijrahApp dapat dirancang dengan menggabungkan materi singkat, latihan soal, dan evaluasi hasil belajar. Sebagai contoh, peserta didik mempelajari materi tentang hukum tajwid, seperti qalqalah, ikhfa, idgham, dan izhar. Setelah membaca materi, peserta didik mengerjakan kuis untuk menguji pemahaman mereka.

Soal kuis dapat disajikan dalam bentuk pilihan ganda, mencocokkan istilah dengan pengertiannya, atau menentukan hukum tajwid pada potongan ayat. Setelah menjawab, peserta didik memperoleh informasi mengenai jawaban yang benar beserta penjelasan singkat. Dengan demikian, mereka tidak hanya mengetahui skor yang diperoleh, tetapi juga memahami alasan di balik jawaban tersebut.

Pembelajaran dapat dilakukan secara mandiri maupun dengan pendampingan guru. Guru dapat memberikan penjelasan awal, kemudian meminta peserta didik mengerjakan kuis sesuai materi yang telah dipelajari. Setelah itu, guru membahas soal yang dianggap sulit dan memberikan contoh bacaan yang benar. Kegiatan ini membuat kuis berfungsi sebagai latihan sekaligus sarana evaluasi pemahaman.

Fitur kuis dalam HijrahApp dapat dipahami sebagai media sekaligus sarana penyampaian bahan pembelajaran, tetapi keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Media pembelajaran adalah sarana yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau membantu proses belajar. Dalam konteks ini, aplikasi HijrahApp menjadi media karena dapat digunakan untuk menampilkan materi, menyajikan soal, dan memberikan umpan balik kepada peserta didik.

Sementara itu, bahan pembelajaran adalah isi atau materi yang dipelajari peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran (Fauziah et al., n.d.) . Contohnya meliputi penjelasan hukum tajwid, contoh bacaan Al-Qur’an, potongan ayat untuk dianalisis, pertanyaan kuis, dan pembahasan jawaban. Isi tersebut disebut bahan pembelajaran karena memuat pengetahuan dan latihan yang membantu peserta didik memahami materi.

Dengan demikian, aplikasi berperan sebagai sarana, sedangkan isi materi dan soal yang disajikan menjadi bahan yang dipelajari. Keduanya saling melengkapi. Aplikasi yang menarik tidak akan memberikan hasil optimal apabila materi yang disampaikan kurang tepat. Sebaliknya, materi yang baik juga perlu disajikan dengan cara yang mudah dipahami agar dapat membantu proses belajar.

Hastani (2023) membahas penggunaan pembelajaran digital sebagai alternatif dalam mempelajari Al-Qur’an. Pembelajaran digital dapat memberikan kemudahan akses, tetapi penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan peserta didik.

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran

Salah satu kelebihan kuis digital adalah dapat membuat pembelajaran terasa lebih menarik. Peserta didik bisa berlatih menjawab pertanyaan dan mengetahui bagian materi yang belum mereka pahami. Jika dilengkapi umpan balik yang jelas, kuis juga dapat membantu peserta didik memperbaiki kesalahan dan mengulang materi secara mandiri.

Kelebihan lainnya adalah fleksibilitas waktu dan tempat. Peserta didik dapat mengakses latihan ketika memiliki waktu luang, selama tersedia perangkat dan akses yang diperlukan. Bagi guru, hasil kuis juga dapat menjadi bahan awal untuk mengetahui pemahaman peserta didik dan menentukan materi yang perlu dijelaskan kembali.

Meskipun demikian, pembelajaran melalui kuis digital memiliki beberapa kekurangan. Pertama, penggunaan aplikasi bergantung pada ketersediaan perangkat dan akses internet apabila sistemnya memerlukan koneksi. Kedua, peserta didik mungkin hanya berfokus pada skor tanpa memahami materi secara mendalam. Ketiga, kuis tertulis belum cukup untuk menilai kemampuan membaca Al-Qur’an secara menyeluruh, terutama ketepatan makhraj, panjang pendek bacaan, dan penerapan tajwid ketika membaca secara langsung.

Oleh karena itu, fitur kuis sebaiknya tidak menggantikan peran guru. Syaifullah dkk. (2021) membahas pembelajaran ilmu tajwid melalui penyampaian materi, pengajaran, dan evaluasi. Hal tersebut memperlihatkan pentingnya menggabungkan pemahaman teori dengan latihan membaca. Dalam penerapannya, kuis digital dapat digunakan untuk memperkuat pengetahuan, sedangkan latihan membaca dan koreksi guru tetap diperlukan untuk melatih kemampuan membaca Al-Qur’an.Inovasi pembelajaran Al-Qur’an melalui fitur kuis dalam HijrahApp dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran digital yang menarik dan fleksibel. HijrahApp berperan sebagai media pembelajaran, sedangkan materi tajwid, contoh ayat, soal, dan pembahasan menjadi bahan pembelajaran. Agar manfaatnya optimal, kuis perlu disusun berdasarkan materi yang benar, dilengkapi penjelasan, dan disertai latihan membaca Al-Qur’an bersama guru. Dengan menggabungkan teknologi dan pendampingan langsung, pembelajaran diharapkan menjadi lebih menarik tanpa mengabaikan ketepatan bacaan Al-Qur’an.

Penulis : Vania Rahmawati

redaksi

Islamika Media Group merupakan Lembaga Pers Mahasiswa yang berada di bawah naungan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *