BEM FAI UMS Akhiri Rangkaian Kegiatan Pengabdian Masyarakat 2026
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Grand Closing Pengabdian Masyarakat (Pengmas) 2026 di fasilitas umum Desa Gondang, RT 01, Minggu (08/11/26). Kegiatan penutupan tersebut diisi dengan senam bersama, jalan sehat, pembagian doorprize, serta pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) yang berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS.
Ketua panitia, M. Fadlan Ansori, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan penutupan telah dipersiapkan sejak hari Sabtu. Persiapan tersebut meliputi finalisasi program bersama Karang Taruna, khususnya pelatihan penyusunan administrasi organisasi, mulai dari pembuatan surat, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga pembuatan proposal untuk pengajuan pendanaan kepada instansi terkait.
“Pada hari Sabtu kemarin, kita mengadakan finalisasi Karang Taruna. Kita memberikan pembekalan mengenai bagaimana Karang Taruna bisa mengajukan pendanaan ke instansi, membuat surat, menyusun RAB, dan membentuk proposal,” jelas Fadlan saat di wawancara pada (08/11/26)
Memasuki hari penutupan, panitia bersama warga melakukan persiapan lokasi sebelum kegiatan dimulai. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan senam bersama, jalan sehat, pembagian doorprize, serta pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Fadlan menyampaikan bahwa kegiatan Pengmas tidak hanya berhenti pada rangkaian acara penutupan. BEM FAI UMS juga merencanakan keberlanjutan pendampingan melalui hubungan dengan Karang Taruna dan kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).
“Untuk keberlanjutannya, kita masih memiliki keterkaitan dengan Karang Taruna. Selain itu, kegiatan TPA juga tetap dilanjutkan. Di sini alhamdulillah sudah diberikan fasilitas musala untuk praktik anak-anak, mulai dari membaca Al-Qur’an hingga praktik ibadah lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Aulia selaku volunteer Pengmas mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan tersebut berawal dari partisipasinya dalam kegiatan TPA sebelumnya. Karena TPA menjadi salah satu rangkaian program Pengmas, ia kemudian kembali dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
“Awalnya saya tidak mendaftar sebagai volunteer Pengmas, tetapi karena sebelumnya sudah terlibat di kegiatan TPA, akhirnya langsung dilibatkan. Saya juga memang senang berinteraksi dengan anak-anak dan masyarakat, sekaligus ingin mengisi waktu akhir pekan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat,” ungkap Aulia saat di wawancara (08/11/26)
Menurutnya, keterlibatan dalam Pengmas memberikan pengalaman baru, terutama dalam berinteraksi dan belajar bersama masyarakat. Namun, ia juga menilai bahwa persiapan serta pembagian tugas kepanitiaan masih perlu diperjelas agar pelaksanaan kegiatan selanjutnya lebih terorganisasi.
“Untuk pesannya, mungkin ke depannya perlu ada persiapan yang lebih matang dan pembagian tugas yang lebih jelas. Karena kegiatan ini membawa nama BEM FAI, jadi perlu diperjelas siapa saja yang bertanggung jawab agar lebih tertata dan kompak,” tutur Aulia.
Apresiasi juga disampaikan oleh Setyo Pudjiraharjo selaku Ketua RT 01 RW 02. Ia mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa FAI UMS yang telah melaksanakan pengabdian dan menjalin kerja sama dengan masyarakat setempat melalui berbagai kegiatan.
“Saya sangat bangga dan senang. Adik-adik dari Fakultas Agama Islam UMS sudah berkenan melakukan pengabdian di lingkungan kami, bekerja sama dengan Karang Taruna dan warga, mulai dari kegiatan keagamaan, bakti sosial bidang kesehatan, hingga pelatihan untuk Karang Taruna,” ujarnya saat di wawancara (08/11/26)
Puji menambahkan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu melalui pengabdian, sedangkan masyarakat mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru dari program yang dilaksanakan.
Ia berharap hubungan antara mahasiswa dan masyarakat tidak berhenti setelah kegiatan Pengmas selesai. “Semoga ke depannya kegiatan serupa bisa lebih baik lagi. Yang penting, kita jangan sampai memutus tali silaturahmi,” tutupnya.
Reporter: Inni Fadilatul & Zulfa Hasanah
Editor: Redaksi

