Pengmas BEM FAI UMS Dorong Produktivitas Warga dan Pemuda Desa Gondang
ISLAMIKAONLINE.com, UMS — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pembukaan kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) di Desa Gondang RT 01 RW 02, pada Ahad (18/10). Mengusung tema “Gerakan Desa: Revitalisasi Karang Taruna, Membangun Masyarakat Produktif, Mencetak Generasi Qurani dan Pemuda Berdaya di Desa Gondang”, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua BEM FAI UMS, Irsyad Hakim Affandi, menjelaskan bahwa revitalisasi merupakan upaya membangun kembali dan memanfaatkan potensi yang telah dimiliki masyarakat untuk menciptakan kehidupan yang lebih produktif.
“Revitalisasi itu artinya adalah membangun kembali ataupun memanfaatkan kembali apa yang sudah kita miliki selama ini, ataupun sumber daya dan juga kekuatan-kekuatan yang kita miliki,” ujarnya, Ahad (18/10).
Irsyad menegaskan bahwa kegiatan Pengmas tidak hanya menyasar kalangan orang tua, tetapi juga generasi muda, khususnya Karang Taruna. Menurutnya, keterlibatan pemuda menjadi bagian penting dalam upaya membangun masyarakat yang produktif dan berdaya.
“Kita memang sasarannya di sini bukan hanya sekadar Bapak-Bapak ataupun Ibu-Ibu saja, tapi dengan pengabdian masyarakat ini sasaran kita juga adalah para pemudanya, yakni Karang Tarunanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua RT 01 RW 02, Setyo Pudjiraharjo, mengapresiasi pelaksanaan Pengmas BEM FAI UMS di wilayahnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi warga, khususnya melalui pembelajaran Al-Qur’an dan pemberdayaan pemuda.
Setyo juga menyoroti manfaat kegiatan pembelajaran Al-Qur’an yang telah berjalan selama beberapa tahun di lingkungan setempat. Ia berharap Pengmas kali ini dapat mendorong keterlibatan pemuda dalam Karang Taruna sekaligus memperluas manfaat kegiatan bagi masyarakat Desa Gondang RT 01 RW 02.
Apresiasi juga disampaikan Ketua RW, Suparjo, dalam sambutannya. Ia berharap kegiatan Pengmas dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus memberikan motivasi kepada generasi muda melalui kegiatan positif.
Suparjo juga menilai lingkungan masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak-anak. Ia berharap kolaborasi antara mahasiswa dan warga dapat terus dikembangkan sehingga kegiatan yang dilaksanakan mampu memberikan perubahan positif secara bertahap dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Ketua Pelaksana Pengmas BEM FAI UMS 2026, M. Fadlan Ansori, menjelaskan bahwa pemilihan tema pemberdayaan pemuda didasarkan pada evaluasi kegiatan tahun sebelumnya yang lebih berfokus pada pembinaan anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).
“Kalau untuk sekarang, itu juga kita sudah audiensi kepada RT, audiensi kepada masyarakat di sini. Mereka menyampaikan bahwa Karang Taruna di sini masih kekurangan ilmu administrasi,” jelas Fadlan saat diwawancarai.
Ia menerangkan, kebutuhan tersebut mencakup kemampuan menyusun proposal, membuat surat, serta mengoperasikan aplikasi komputer seperti Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint. Menurutnya, keterampilan administrasi diperlukan agar Karang Taruna dapat menjalankan organisasi dan program kerjanya dengan lebih baik.
“Tujuan diadakan Pengmas tahun ini adalah memberdayakan pemuda. Kita juga berkaca dari masa lalu atau dari evaluasi tahun kemarin, itu lebih memfokuskan ke anak-anak TPA untuk menanamkan akhlak di usia dini,” ungkapnya.
Fadlan menambahkan, melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong Karang Taruna agar lebih aktif dalam menjalankan program kerja. Ia menegaskan bahwa Pengmas tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga menjadi bentuk penerapan nilai dakwah sosial dan kemasyarakatan.
“Kita melaksanakan Pengmas ini bukan sekadar bekerja, tetapi bagaimana esensinya sebagai manusia yang bermanfaat. Maka, bermanfaat bagi manusia lainnya ini juga menjadi salah satu bentuk mahasiswa di Fakultas Agama Islam,” tuturnya.
Adapun rangkaian kegiatan Pengmas BEM FAI UMS 2026 berlangsung mulai 18 Oktober hingga 8 November. Kegiatan diawali dengan pembukaan pada Ahad (18/10), kemudian dilanjutkan pada Sabtu (24/10) melalui kegiatan Madrasah Ceria dan pelatihan Karang Taruna. Pada Ahad (25/10), kegiatan Madrasah Ceria kembali dilaksanakan dengan agenda perlombaan bagi anak-anak.
Selanjutnya, pada Sabtu (31/10), pelatihan Karang Taruna kembali digelar untuk memperkuat keterampilan dan kemampuan pengelolaan organisasi. Pada malam harinya, panitia merencanakan kegiatan menonton bersama anak-anak dan pemuda setempat.
Memasuki November, kegiatan dilanjutkan dengan Tabligh Akbar pada Ahad (1/11). Fadlan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut direncanakan melibatkan lebih banyak pihak dibandingkan tahun sebelumnya, termasuk warga dari lingkungan RT dan RW serta organisasi kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan FAI UMS.
“Kalau Tabligh Akbar ini berbeda dari tahun kemarin. Kita bukan cuma mengundang teman-teman warga dan internal, tetapi juga mengundang warga RW, RT, HMP-HMP, dan ormawa FAI khususnya,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan berikutnya dijadwalkan pada Sabtu (7/11), yakni finalisasi pemberdayaan Karang Taruna. Dalam kegiatan tersebut, para pemuda akan didampingi untuk menyusun program kerja berdasarkan materi dan praktik pelatihan yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Sebagai penutup, pada Ahad (8/11), panitia merencanakan kegiatan jalan sehat, senam bersama, serta pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan kesehatan umum dan tes darah.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Fadlan berharap Pengmas BEM FAI UMS dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan pemuda dan mendorong Karang Taruna agar lebih aktif serta mandiri dalam menjalankan organisasi.
Reporter: Aryanti Artikasari & Zulfa Hasanah
Editor: Redaksi

