Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/isla3269/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
PROBLEMATIKA KESEHATAN MENTAL DI ERA DIGITAL

PROBLEMATIKA KESEHATAN MENTAL DI ERA DIGITAL DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AL-QUR’AN

ARTIKEL

Era digital adalah masa ketika teknologi berkembang pesat, terutama di bidang AI, media sosial, dan internet. Perubahan ini sudah mengubah cara orang-orang dalam berkomunikasi satu sama lain, dan cara dalam mendapatkan informasi (D. P. Ahmad Nurrohim et al., 2025). Perubahan ini membuat hidup lebih mudah bagi orang-orang karena mereka dapat dengan cepat menemukan banyak informasi, termasuk tentang keagamaan. Tetapi dengan kemudahan penggunaan ini, banyak masalah baru muncul, terutama yang berkaitan dengan kesehatan mental. Orang yang terlalu banyak menggunakan teknologi mungkin tidak ingin berbicara dengan orang lain secara langsung, merasa cemas, dan merasa stres karena mereka terlalu cepat dalam menyerap informasi yang beredar. (D. P. Ahmad Nurrohim et al., 2025).

Artificial Intelligence (AI) merupakan bagian besar dari teknologi modern yang memudahkan dan mempercepat dalam memperoleh informasi. AI dapat membantu dalam berbagai cara, termasuk menjelaskan konsep yang berkaitan dengan sains dan agama (Ardiansyah & Nurrohim, 2025). ChatGPT dan MetaAI adalah dua contoh bagaimana AI telah menunjukkan bahwa teknologi saat ini dapat membantu banyak orang. Namun ternyata terdapat kekhawatiran bahwa penggunaan AI yang berlebihan dapat membuat seseorang kecanduan terhadap teknologi tersebut (Nasir & Nurrohim, 2025).

Saat ini, cara memahami Al-Qur’an juga mengalami perubahan. Contohnya mudah dalam menemukan tafsir Al-Qur’an di banyak platform digital, seperti situs web dan aplikasi (Nurrohim et al., 2025). Tentunya, hal ini juga memudahkan orang untuk belajar tentang agama kapan saja dan dari mana saja, dan harus bersumber dari informasi yang jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman. (I. F. Ahmad Nurrohim et al., 2025).

Seseorang yang terlalu banyak menggunakan media sosial juga dapat berdampak pada kesehatan mental mereka masing-masing. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan, kesulitan tidur, kesulitan fokus dalam belajar, dan cenderung lebih mudah emosi. (Nahar & Saefudin, 2024). Dalam menghadapi kondisi tersebut, Islam banyak memberikan solusi yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sifat seperti sabar, tawakkal, dan rasa syukur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental. Ibadah lainnya seperti shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan puasa juga dapat membantu menenangkan pikiran seseorang, dan ini baik dalam menjaga kondisi mental seseorang.

Al-Qur’an merupakan kitab penting dalam umat islam sebagai pedoman hidup. Didalamnya memuat ajaran salah satunya tentang nasihat bagaimana cara seseorang dapat menenangkan hati, pikiran dan menjaga mentalnya. Al-Qur’an juga mengatakan bahwa manusia tidak hanya perlu memperhatikan tujuan duniawi, namun juga harus memperhatikan ketergantungan mereka kepada Allah. Misalnya, putus asa terhadap suatu hal namun tetap pasrah kepada Allah setelah mencoba akan memberikan ketenangan dalam hati dan pikiran, sehingga dapat mengurangi rasa cemas itu sendiri. Dalam konteks ini, ketenangan hati dapat dimaknai sebagai keadaan mental yang ditandai dengan ketenangan, ketabahan, dan keyakinan yang mendalam pada takdir Allah Swt (Andi Iting et al., 2025).

Di era saat ini, teknologi telah mengalami perubahan yang cepat, maka seseorang diperlukan untuk bijak dalam mengaplikasikannya. Banyak masalah baru yang muncul dikarenakan hal ini, seperti memberikan informasi yang salah apabila seseorang tidak mengutip dari sumber yang jelas dan terpercaya. (D. P. Ahmad Nurrohim et al., 2025). Dari sinilah seseorang juga harus memiliki prinsip Tawakkal kepada Allah Swt. Tawakkal artinya berusaha lebih keras untuk mendapatkan hasil terbaik tanpa hanya bergantung pada manusia ataupun dari canggihnya alat teknologi saat ini. (Andi Iting et al., 2025).

Dengan teknologi yang memudahkan dalam mengakses informasi, diharapkan generasi muda tidak meninggalkan nilai-nilai agama sebagai panduan untuk mengakses informasi yang baik dan bermanfaat sebagai petunjuk hidup. Untuk menjaga kesehatan mental dan membantu seseorang untuk menjalani hidup yang baik dan terarah, alangkah baiknya selalu menjaga keseimbangan antara berzikir, sabar, selalu bersyukur dan mengandalkan Allah swt di setiap langkah di hidupnya. Dalam mengakses teknologi serta tidak melupakan unsur agama akan di bangun keseimbangan yang baik serta ilmu yang bermanfaat untuk seseorang. Hidup juga menjadi seimbang antara teknologi dan tetap menjaga keimanan dan ketakwaan. Tidak mudah stress karena hal-hal duniawi serta memasrahkan segala urusan kepada Allah Swt.

Penulis: Afina Hasna

Editor: Muhammad Gibran Naufali

redaksi

Islamika Media Group merupakan Lembaga Pers Mahasiswa yang berada di bawah naungan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *