Qur’an Best: Inovasi Belajar Al-Qur’an di Era Digital

ARTIKEL

Perkembangan teknologi digital telah memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai sumber pembelajaran, termasuk pembelajaran Al-Qur’an. Aplikasi Al-Qur’an digital menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi yang memungkinkan pengguna membaca, mendengarkan, dan mempelajari Al-Qur’an melalui perangkat digital. Pemanfaatan aplikasi Al-Qur’an digital juga dapat mendukung kegiatan pembelajaran Qur’an Hadis melalui akses terhadap berbagai fitur yang membantu pengguna mempelajari dan mengulang materi (Nurkholis dan Susanto, 2024).

Salah satu aplikasi yang menyediakan berbagai fitur tersebut adalah Qur’an Best. Aplikasi ini menawarkan beberapa pilihan mushaf digital serta fitur pendukung, seperti Murotal Al-Qur’an, Info Tajwid, dan terjemah. Beragam fitur tersebut dapat dikaji berdasarkan bahan ajar yang disajikan dan bentuk media yang digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan mengidentifikasi bahan ajar, materi pembelajaran, dan jenis media pembelajaran yang terdapat dalam Qur’an Best, khususnya pada fitur Al-Qur’an dan fitur pendukungnya.

Mengenal Berbagai Jenis Mushaf Digital dalam Qur’an Best

Salah satu fitur utama Qur’an Best adalah tersedianya berbagai pilihan mushaf digital, di antaranya Al-Qur’an Indonesia, Indonesia Tajwid, Per Kata, Per Kata Tajwid, Per Ayat, Per Ayat Tajwid, Madinah, dan Madinah Tajwid. Berbagai pilihan tersebut memberikan alternatif tampilan teks Al-Qur’an sesuai kebutuhan pengguna.

Mushaf digital Per Kata, misalnya, dapat dimanfaatkan untuk mengenali kosakata bahasa Arab beserta arti setiap katanya. Sementara itu, mushaf dengan penandaan tajwid membantu pengguna memperhatikan hukum bacaan ketika membaca Al-Qur’an. Perbedaan penyajian tersebut menunjukkan bahwa satu aplikasi dapat memuat beberapa bentuk media yang mendukung kegiatan pembelajaran. Klasifikasi media pembelajaran dapat dibedakan berdasarkan indra yang digunakan, meliputi media audio, visual, audiovisual, dan multimedia (Nurrohim, 2026).

Identifikasi Bahan Ajar dan Media Pembelajaran dalam Qur’an Best

Bahan ajar merupakan materi yang dipelajari, sedangkan media pembelajaran berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan materi tersebut (Nurrohim, 2026). Dalam Qur’an Best, bahan ajar dapat berupa teks ayat Al-Qur’an, terjemahan, dan informasi pendukung bacaan. Materi yang dapat dipelajari mencakup kosakata bahasa Arab, pengenalan hukum tajwid, serta pelafalan ayat Al-Qur’an. Adapun media pembelajarannya dapat diidentifikasi berdasarkan bentuk penyajian informasi melalui tampilan mushaf, audio murotal, maupun penggunaan keduanya secara bersamaa

1. Media Visual

    Media visual merupakan media yang melibatkan indra penglihatan dalam menerima informasi, contohnya diagram makhraj dan infografis Al-Qur’an (Nurrohim, 2026). Berdasarkan karakteristik tersebut, tampilan mushaf digital dalam Qur’an Best dapat diidentifikasi sebagai media visual.

    Pilihan mushaf Per Kata dapat dimanfaatkan untuk mempelajari kosakata bahasa Arab (mufradat) melalui tampilan kata dan terjemahannya. Dalam hal ini, teks Arab beserta terjemahan menjadi bahan ajar, pengenalan kosakata menjadi materi pembelajaran, sedangkan tampilan mushaf digital berfungsi sebagai media visual.

    Sementara itu, mushaf Indonesia Tajwid dan Madinah Tajwid menyajikan teks dengan penandaan bacaan tajwid. Penandaan tersebut dapat membantu pengguna mengamati teks dan mengenali petunjuk hukum bacaan. Dengan demikian, media visual dalam Qur’an Best tidak hanya menyajikan teks ayat, tetapi juga berpotensi mendukung pembelajaran kosakata dan pengenalan hukum tajwid.

    2. Media Audio

    Qur’an Best menyediakan fitur murotal yang memungkinkan pengguna mendengarkan bacaan ayat Al-Qur’an dengan pilihan qari (pembaca Al-Qur’an) yang beragam. Fitur ini termasuk media audio karena informasi disampaikan melalui suara.

    Dalam pembelajaran, rekaman murotal dapat digunakan sebagai bahan untuk kegiatan menyimak bacaan Al-Qur’an. Materi yang dapat dipelajari melalui kegiatan ini mencakup pelafalan ayat serta pengamatan cara membaca Al-Qur’an melalui contoh bacaan. Dengan demikian, murotal berfungsi sebagai media audio yang mendukung kegiatan menyimak dan mengenali pelafalan ayat.

    3. Media Audiovisual

    Media audiovisual memadukan unsur visual dan audio secara bersamaan. Dalam pembelajaran Al-Qur’an, perpaduan ini dapat berupa tampilan tulisan ayat yang disertai suara bacaan, sehingga pengguna dapat mengamati bentuk tulisan sekaligus menyimak pelafalannya.

    Dalam penggunaan Qur’an Best, pendekatan audiovisual dapat diterapkan ketika pengguna membaca tampilan mushaf sambil mendengarkan murotal secara bersamaan. Sebagai contoh, pengguna dapat memperhatikan kosakata dalam mushaf Per Kata sambil menyimak bacaan ayat. Pada penggunaan tersebut, teks ayat menjadi bahan yang diamati, pelafalan menjadi aspek yang disimak, sedangkan tampilan mushaf dan suara murotal digunakan secara bersamaan sebagai pendekatan audiovisual. Perpaduan ini berpotensi membantu pengguna menghubungkan bentuk tulisan dengan bunyi yang didengar.

    4. Multimedia Digital

    Multimedia merupakan kombinasi berbagai media yang disertai unsur interaktif (Nurrohim, 2026). Dalam konteks Qur’an Best, karakteristik multimedia dapat dianalisis melalui integrasi beberapa fitur dalam satu aplikasi, seperti tampilan mushaf, terjemah, murotal, dan fitur pendukung pembelajaran tajwid.

    Aplikasi pembelajaran Al-Qur’an digital dapat menyajikan informasi melalui kombinasi teks, visual, dan narasi audio (Khaerani, 2023). Dalam Qur’an Best, pengguna dapat mengakses teks ayat, terjemahan, dan bacaan murotal melalui satu aplikasi. Integrasi tersebut memungkinkan beberapa bentuk penyajian informasi digunakan untuk mendukung kegiatan membaca dan mempelajari Al-Qur’an.

    Potensi dan Keterbatasan Qur’an Best sebagai Media Pembelajaran

    Potensi pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Al-Qur’an dapat dilihat dari tersedianya berbagai fitur yang mendukung kegiatan belajar (Ningsih et al., 2023). Dalam Qur’an Best, keberagaman pilihan mushaf dan fitur pendukung memungkinkan pengguna memanfaatkan media visual untuk mengamati teks dan kosakata serta media audio untuk menyimak bacaan. Penggunaan keduanya secara bersamaan juga berpotensi membantu pengguna menghubungkan bentuk tulisan dengan pelafalannya.

    Meskipun demikian, penggunaan aplikasi tetap memiliki keterbatasan. Terjemah per kata belum tentu cukup untuk menjelaskan makna suatu kosakata secara menyeluruh karena pemahaman juga perlu memperhatikan konteks ayat. Selain itu, mendengarkan murotal atau membaca informasi tajwid tidak dengan sendirinya menjamin ketepatan bacaan pengguna. Oleh karena itu, penggunaan Qur’an Best dapat dilengkapi dengan bimbingan guru atau sumber pembelajaran lain agar pemahaman makna dan ketepatan bacaan berkembang secara lebih terarah.

    Berdasarkan identifikasi tersebut, Qur’an Best menyediakan berbagai bahan ajar dan bentuk penyajian yang berpotensi dimanfaatkan dalam pembelajaran Al-Qur’an. Bahan ajarnya mencakup teks ayat, terjemahan, serta informasi pendukung bacaan, sedangkan materi yang dapat dipelajari meliputi kosakata bahasa Arab, pengenalan hukum tajwid, dan pelafalan ayat. Materi tersebut disajikan melalui berbagai bentuk media, yaitu tampilan mushaf digital sebagai media visual, murotal sebagai media audio, penggunaan teks bersama audio sebagai pendekatan audiovisual, serta integrasi berbagai fitur dalam satu aplikasi sebagai karakteristik multimedia digital. Dengan memanfaatkan fitur-fitur tersebut sesuai kebutuhan, Qur’an Best dapat menjadi salah satu alternatif media digital untuk mendukung kegiatan membaca dan mempelajari Al-Qur’an.

    Penulis: Lufita Musyarofa

    Editor: Redaksi

    redaksi

    Islamika Media Group merupakan Lembaga Pers Mahasiswa yang berada di bawah naungan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *