Usai Dilahap Api, TPA Putri Cempo Masih Menyisakan Titik Api

WARTA

ISLAMIKAONLINE.com, UMS – Kobaran api yang melahap tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo mulai berkurang. Namun, kebakaran belum sepenuhnya padam. Sejumlah titik api masih muncul dari dalam tumpukan sampah, sementara petugas pemadam kebakaran (Damkar) masih melakukan penanganan di lokasi.

Karni, warga Putri Cempo, mengatakan api yang muncul sejak malam sebelumnya sempat mereda, tetapi kembali menyambar ke bagian lain pada pagi hari.

“Semalam ini nggak padam, berkurang. Pagi ini nyambar ke sini,” ujar Karni saat ditemui, Kamis (3/9/2026).

Menurut Karni, api masih berada di bagian dalam tumpukan sampah. Kondisi tersebut membuat kebakaran sulit dipadamkan sepenuhnya. Ia mengatakan tumpukan sampah di lokasi memiliki kedalaman yang cukup tinggi dan terdiri dari berbagai jenis material.

“Dalemnya kan sampah. Soalnya sampahnya kan sembarang ada, bahan apa-apa masih ada. Jdi sulit padam,” katanya.

Meski penyebab pasti kebakaran belum diketahui, Warga menduga kondisi kemarau turut menjadi salah satu faktor yang memungkinkan api mudah muncul dan menyebar. Ia menjelaskan, material yang berada di dalam tumpukan sampah, termasuk gas, berpotensi memicu api ketika berada dalam kondisi kering.

Kondisi kebakaran juga membuat warga yang tinggal di sekitar TPA harus meninggalkan rumah untuk sementara. Sekitar 75 warga dari RT 1, RT 2, dan RT 3 di evakuasi. Mereka terdiri dari kelompok rentan, termasuk orang tua, lansia, dan balita.

Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi di sekitar lokasi kebakaran. Sebagian warga memilih mengungsi, sementara warga lainnya masih bertahan di rumah masing-masing.

Sementara itu, petugas Damkar masih melakukan pemadaman di sejumlah titik yang belum sepenuhnya padam. Tjatur, salah seorang petugas Damkar yang bertugas di lokasi, mengatakan penanganan kebakaran melibatkan puluhan armada dan personel.

“Dari semalam sampai sini 23 unit mobil,” ujar Tjatur.

Selain mengerahkan 23 unit mobil pemadam, sebanyak 92 personel Damkar turut diterjunkan dalam penanganan kebakaran TPA Putri Cempo.

Tjatur menjelaskan, material sampah yang terbakar menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Sampah plastik dan karet yang berada di dalam tumpukan membuat api sulit dikendalikan.

“Bahan-bahan yang terbakar itu sejenis plastik,” kata Tjatur

Kondisi tumpukan sampah juga membuat proses pemadaman tidak cukup dilakukan hanya pada api yang terlihat dari permukaan. Api dapat bertahan di bagian dalam tumpukan dan kembali muncul ketika kondisi memungkinkan.

Dalam proses penanganan, petugas juga menghadapi kendala saat menuju lokasi kebakaran. Tjatur mengatakan perjalanan mobil pemadam terkadang terhambat oleh pengguna jalan.

“Kesulitannya ya pengguna jalan. Kadang-kadang ada yang tahu aturan, ada yang tidak tahu aturan,” ujarnya

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan bagi petugas yang berupaya segera tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.

Bagi warga sekitar, kebakaran tersebut turut mengganggu aktivitas sehari-hari. Aktivitas pembuangan sampah sempat terdampak akibat kondisi di lokasi yang masih dalam penanganan. Pembuangan kemudian diarahkan ke sisi selatan.

Karni menyebut kebakaran di TPA Putri Cempo bukan merupakan kejadian pertama. Menurutnya, kebakaran serupa hampir terjadi setiap tahun. Kejadian sebelumnya disebut terjadi pada tahun 2023.

Hingga Kamis, petugas masih melakukan pemadaman di sejumlah titik. Meski kobaran api telah berkurang, api yang masih muncul dari dalam tumpukan sampah membuat kondisi TPA Putri Cempo belum sepenuhnya terbebas dari ancaman kebakaran kembali.

Reporter: zulfa Hasanah & Anisa Purnama

Editor: Redaksi

redaksi

Islamika Media Group merupakan Lembaga Pers Mahasiswa yang berada di bawah naungan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *