PKM-K CITROGUARD 3IN1, Inovasi dari Mahasiswa Ilmu Qur’an dan Tafsir
ISLAMIKAONLINE.com – Di balik sebuah produk yang sukses lolos seleksi Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K), terdapat proses hingga hambatan yang tidak selalu terlihat. Hal tersebut juga dirasakan oleh Kelompok PKM-K CITROGUARD 3IN1 yang kini menanti hasil seleksi menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).
Ketua tim CITROGUARD 3IN1, Tri Astuti Rejeki Handayani dari Program Studi Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT), menjelaskan bahwa produk yang mereka kembangkan adalah inovasi pengusir nyamuk sekaligus pengharum ruangan dan aromaterapi dengan bahan alami seperti extrak kulit jeruk, sereh, dan juga cengkeh yang dikembangkan sebagai alternatif pengganti obat nyamuk yang menggunakan bahan kimia atau bahan berbahaya lainnya.
“kalau misalkan obat nyamuk biasa itukan, mereka menggunakan bahan kimia dan itu berbahaya bagi tubuh, nah kita itu inisiatif membuat ini karena, kami tau kalau misalkan asap yang dihirup nanti kan kayak berbahaya, kemudian kalau misalkan menggunakan listrik nanti jadi boros listrik,” ucap Tri Astuti, saat diwawancarai Tim Islamika pada Sabtu (3/10)
Ia juga mengungkapkan bahwa ide awal terciptanya CITROGUARD 3IN1 berasal dari keresahan – keresahannya terhadap penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) yang sangat tinggi di indonesia hingga menyebabkan kematian. “terus kita juga lihat di dalam keluarga kita sendiri itu, kita masih menggunakan obat nyamuk bakar untuk mengusir nyamuk,” lanjutnya.
Ide tersebut selanjutnya dikembangkan bersama anggota tim hingga menghasilkan sebuah produk pengusir nyamuk yang tidak hanya aman bagi tubuh, namun juga mudah dan nyaman digunakan. “kami menggunakan teknologi Slow Release yang nanti cuma diletakkan dan pake Stik Infuser, seperti pengarum ruangan,”jelas Tri.
Dalam prosesnya, Tri juga dibersamai oleh 4 orang anggota, yaitu Saniya Zulfa Riyani Sari, Siti Fatimah Amalia, Zahra Lu’lu’a Salsabila dari Program Studi IQT dan juga Dinda Cahya Maghfiroh dari Program Studi Pendidikan Ilmu Biologi. Ibu Endang Setyaningsih, S.Si., M.Si., Ph.D. turut serta menjadi pendamping sekaligus mentor dalam PKM-K ini.
Berasal dari latar belakang keilmuan yang berbeda, Tri mengaku bahwa proses awal pengembangan CITROGUARD 3IN1 menjadi tantangan tersendiri. Ia harus belajar ilmu yang sebelumnya belum ia pelajari.
“disana kita juga, banyak belajar gimana membuat formula itu ternyata, Banyak sekali kayak, SOP-SOP yang harus dilakukan, Kayak misalkan di lab itu, Kita harus gimana kayak ketat banget, Kayak gitu, kemudian, Ketika membuat formula itu kita sampai, Bikin berapa sampel kayak gitu, Untuk menentukan gimana sih, Formula yang baik,”
Saniya Zulfa Riyani Sari, mengungkapkan bahwa produk telah masuk tahap pemasaran secara online dan offline sejak bulan agustus.
“Kalau yang offline itu, kita biasa buka di Car Free Day, Kita sudah membuka Car Free Day di Klaten, Sama di CFD Slamet Riyadi, Sama kita juga kemarin ikut, Bazaar UKM, EXPO-UKM, Sama yang EXPO Fakultaria itu ya, Kemudian kalau online itu, Kita membuka link, Kemudian bisa, Pesan dari link tersebut, Menyertakan nama sama alamat yang, Untuk pengiriman, Kita juga ada di marketplace Shopee” ujarnya.
Hingga saat ini, capaian penjualan CITROGUARD 3IN1 telah mencapai 80 persen dari target penjualan yang ditetapkan. produk tersebut menyasar ibu rumah tangga sebagai pasar utama.
“target pasar kita itu ibu rumah tangga,dan juga masyarakat luas,” jelas Tri.
Tidak hanya itu, Kelompok PMK-K CITROGUARD 3IN1 sudah mengantongi Nomor Induk Berusaha. dan nantinya, mereka akan mengajukan uji BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) sebagai penjaminan mutu terhadap produk yang akan mereka pasarkan secara luas.
Ke depan, tim CITROGUARD 3IN1 masih berfokus menyelesaikan target penjualan yang telah ditetapkan sebagai bagian dari rangkaian program PKM-K. Setelah seluruh target terpenuhi, tim akan menyusun dan menyerahkan laporan akhir kepada pihak kampus sembari menantikan hasil seleksi menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).
“Untuk sejauh ini, kita masih melakukan penjualan yang diwajibkan dulu. Nanti setelah itu, kami kan juga dapat evaluasi, dapat review dari customer juga. Kita juga membuat refill-nya saat programnya sudah selesai,” jelas Saniya.
Selain menyelesaikan target penjualan, tim CITROGUARD 3IN1 juga berencana memperluas jangkauan produk dengan mengikuti berbagai program pameran produk di tingkat nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan CITROGUARD 3IN1 kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan produk di masa mendatang.
Saniya menuturkan bahwa keberlanjutan menjadi salah satu tujuan tim setelah program PKM-K berakhir. CITROGUARD 3IN1 diharapkan tidak berhenti sebagai bagian dari program kreativitas mahasiswa, tetapi dapat terus dikembangkan dan dipasarkan secara berkelanjutan.
Reporter: Imam Wicaksana & Muhammad Gibran
Editor: Redaksi

