IQT Fair XII UMS Hadirkan Empat Lomba dan Seminar Nasional
Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyelenggarakan IQT Fair XII sebagai rangkaian kegiatan dalam memperingati milad Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu (26/9/2026) di Kampus 1 UMS dan Gedung Graha 58 Serbaguna UMS.
IQT Fair XII menghadirkan empat cabang perlombaan, yakni Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) 10 juz, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (MKTIQ), serta Pidato Bahasa Indonesia. Kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat umum dengan rentang usia 15–24 tahun dan diikuti sekitar 250 peserta.
Rangkaian perlombaan telah berlangsung sebelum acara puncak. Beberapa lomba dilaksanakan secara daring, baik melalui Zoom maupun pengumpulan karya secara daring. Pada Sabtu (26/9), kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan final pada pukul 06.30–08.30 WIB di sejumlah ruang Kampus 1 UMS.
Ketua Panitia IQT Fair XII, Muhammad Hidayat Yunus, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjadikan Al-Qur’an sebagai sesuatu yang dihafalkan, tetapi juga mendorong penerapan nilai-nilainya dalam kehidupan.
“Al-Qur’an tidak hanya dihafalkan, tidak hanya Al-Qur’an itu berada di pikiran, tapi bagaimana Al-Qur’an itu sendiri bisa mampu untuk berkontribusi menjadi atau bagaimana Al-Qur’an yang ada di pikiran-pikiran kita mampu untuk membentuk peradaban yang lebih maju atau menuju peradaban yang lebih baik,” ujar Muhammad Hidayat Yunus.
Setelah rangkaian perlombaan, IQT Fair XII dilanjutkan dengan Seminar Nasional dan Kajian Akbar di Gedung Graha 58 Serbaguna UMS. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membaca Sejarah, Membentuk Generasi Berakal, Kuasa, Keadilan, dan Akar Perpecahan.”
Dalam sambutannya, Kaprodi IQT Kharis Nugroho menekankan pentingnya mempelajari sejarah sebagai sumber pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
“Kita harus pandai-pandai membaca sejarah, kemudian dari sejarah itu kita ambil pola dan konsep bagaimana umat Islam ini bisa berjaya,” tutur Kharis Nugroho.
Ia juga menekankan pentingnya menggabungkan kekuatan spiritual dan intelektual serta menjadikan pembelajaran dari sejarah dan Al-Qur’an sebagai acuan untuk bertindak.
Sementara itu, Ketua Umum HMP IQT UMS, Muhammad Yusuf Arifuddin menyoroti pentingnya mengkaji dan mengamalkan Al-Qur’an dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ia menyampaikan bahwa Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca, tetapi perlu dipahami dan diamalkan untuk membangun kehidupan yang beradab.
“Akan tetapi perlunya juga kita kaji, kita gali, kita pahami dan kita amalkan untuk membangun kehidupan yang beradaban,” ungkap Muhammad Yusuf Arifuddin.
Seminar Nasional dan Kajian Akbar menghadirkan Ustadz Doni Riw dan Ustadz Tholhah sebagai pemateri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari puncak IQT Fair XII sebelum dilanjutkan dengan Grand Awarding dan penutupan.
Dalam proses persiapannya, panitia menghadapi sejumlah kendala, salah satunya perubahan pemateri. Muhammad Hidayat Yunnus menyebut pemateri yang sebelumnya telah dipersiapkan sempat membatalkan keikutsertaannya. Panitia juga menghadapi tantangan dalam mencari peserta.
Meski demikian, penyelenggaraan IQT Fair XII memberikan pengalaman bagi panitia dalam mengelola kegiatan berskala nasional. Muhammad Hidayat Yunus menyebut kerja sama, diskusi, dan pertukaran ide antaranggota panitia menjadi bagian dari pengalaman berharga selama kegiatan.
Rangkaian IQT Fair XII kemudian ditutup dengan Grand Awarding dan penutupan, dilanjutkan dengan kunjungan bazar di Hall Gedung Graha 58 Serbaguna UMS.
Reporter: Lutfia Nazella & Fariha Lailatul Maghfiroh
Editor: Redaksi

