Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/isla3269/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Sains Membenarkan Al-Qur’an, atau Al-Qur’an Membenarkan Sains?

Sains Membenarkan Al-Qur’an, atau Al-Qur’an Membenarkan Sains?

ARTIKEL

Di zaman digital saat ini, berbagai konten islami dapat dengan mudah diakses di media sosial, termasuk diskusi yang menghubungkan antara Al-Qur’an dengan penemuan ilmiah modern. Fenomena ini banyak menarik perhatian dari berbagai kalangan, terutama generasi muda yang hidup dalam arus informasi yang cepat. Melalui video singkat ataupun tulisan populer, penjelasan mengenai hubungan ayat Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan disajikan dengan cara yang menarik dan mudah dimengerti. Namun, di balik kemudahan tersebut, dibutuhkan sikap kritis agar informasi yang didapat tetap memiliki dasar keilmuan yang kuat dan tidak hanya mengikuti yang viral.

Kehidupan yang kita jalani saat ini memang harus berdasarkan pedoman hidup, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah (Sukmaningtyas et al. 2024). Al-Qur’an yang disusun dengan rangkaian lafaz yang penuh dengan makna, di mana setiap lafaznya memiliki aksentuasi atau penekanan dan makna berbeda (Al-Mizān, n.d.).

Sering kita melihat postingan video singkat di media sosial yang memunculkan fenomena pertemuan antara air laut dan air tawar yang terlihat tidak bercampur. Fenomena ini biasanya dijelaskan sebagai adanya batas atau pemisah alami antara dua jenis air tersebut, sehingga masing-masing tetap mempertahankan karakteristiknya. Banyak konten kemudian mengaitkan hal ini dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang dianggap telah lebih dulu membahas tentang adanya batas tersebut. Penjelasan seperti ini sering menimbulkan rasa kagum, meskipun tetap perlu dipahami secara hati-hati supaya tidak terjadi penyederhanaan makna ayat,walaupun Al-Qur‘an memang memiliki kekayaan makna dari berbagai sudut pembacaan (Nurrohim 2019).

Muncul pertanyaan: apakah sains yang membenarkan Al-Qur’an, atau justru sebaliknya? Pertanyaan ini penting untuk diteliti lebih dalam agar pemahaman kita tidak hanya sekadar mengikuti tren yang berkembang di media sosial. Dengan demikian, perlunya dasar ilmiah yang kuat agar tidak terjadi kesalahfahaman dalam hubungan antara wahyu dan juga sains.

Tafsir ilmi merupakan pendekatan tafsir yang mengaitkan ayat suci Al-Qur’an dengan temuan ilmu pengetahuan. Penafsiran terhadap sebuah kata terkadang berisi kunci dari penjelasan ayat yang kita tafsirkan (Ahmad and Fikri R 2021) dengan tujuan untuk menunjukkan kemukjizatan Al-Qur’an.

Yang menjadikan Tafsir ilmi ini menarik adalah mampu membuat ayat Al-Qur’an terasa relevan dengan perkembangan zaman. Saat kita belajar biologi di sekolah, misalnya tentang proses penciptaan manusia atau keteraturan alam, sering kali muncul rasa kagum ketika menemukan kesamaan antara penjelasan ilmiah dan petunjuk yang terkandung dalam Al-Qur’an. Hal ini tidak hanya memperluas pemahaman kita, tapi juga meningkatkan kesadaran kita bahwa ajaran Islam menyimpan banyak makna yang mendalam. Akhirnya, keterkaitan tersebut membuat banyak orang merasa keimanannya menjadi semakin kuat dan lebih terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman ini sangat penting untuk menghadapi tekanan dengan mendekatkan diri kepada agama dan juga menghadapi ujian hidup dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui ajaran Islam (Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, vol 22, no 1, 2022., n.d.).Karna Agama Islam merupakan agama penuh kasih bagi seluruh umat (Mubin et al. 2025).

Ayat Al-Qur’an sering mengingatkan manusia untuk memperhatikan tanda kebesaran Allah dalam penciptaan bumi dan langit (Mohammad et al. 2025). Pendekatan ilmiah ini memberikan perantara komunikasi antara teks keagamaan dan dunia akademik yang jauh lebih rasional.

Namun, perlu kita waspadai ketika mengaitkan ayat- ayat Al-Qur’an dengan teori sains yang masih berkembang. Bayangkan jika sebuah teori yang saat ini dianggap benar dan banyak diterima oleh seluruh kalangan ternyata mengalami perubahan atau bahkan terbantahkan di masa yang akan datang. Jikalau itu terjadi, maka penafsiran yang sebelumnya didasari atas teori tersebut maka terdapat kemungkinan akan goyah . Oleh karena itu, kita perlu menyikapi dengan bijak dan seimbang agar penafsiran tidak terlalu bergantung pada temuan ilmiah yang bersifat sementara.

Sangat penting untuk menjaga fokus pada kaidah bahasa Arab dan konteks turunnya ayat. Kisah Al-Qur’an menjadi medan penting untuk menelusuri nilai spiritual yang relevan dengan dinamika kehidupan manusia (Riska and Nurrohim 2025) sesuai dengan kondisi kehidupan dan bisa diterapkan dalam keseharian.

Studi ini sangat relevan dalam upaya mendalami makna ayat di dalam Al-Qur’an (Zulfa and Nurrohim 2025). Perlu ditegaskan bahwa Al-Qur’an memiliki kebenaran yang mutlak, sedangkan sains merupakan hasil ijtihad manusia yang sifatnya terus berubah mengikuti keadaan .Sains dapat digunakan sebagai alat bantu memahami ayat, selama tidak menjadi hakim bagi kebenaran Al-Qur’an. Penggunaan tafsir ilmi harus dilakukan dengan seimbang. Hal ini bertujuan agar tidak hanya fokus dalam penafsiran yang memaksakan makna atau menyesuaikan ayat dengan suatu teori tertentu.

Sebagai kesimpulan, Al-Qur’an merupakan sumber kebenaran, bukan sains yang menjadi acuan untuk menentukan kebenaran. Sains bersifat berkembang dan tidak bersifat tetap. Al-Qur’an tetap berperan sebagai pedoman hidup yang mencakup aspek akidah, ibadah, serta akhlak bagi seluruh umat manusia.

Pendekatan apa pun dalam penafsiran perlu dilakukan dengan hati-hati dan pemahaman yang mendalam. Komitmen untuk menjaga makna asli dalam setiap ayat adalah hal yang paling utama. Dengan demikian, nilai-nilai mulia Al-Qur’an tetap terjaga meskipun ilmu pengetahuan berkembang dengan cepat.

Penulis: Muhammad Faried Asy’ary

Editor: Muhammad Gibran Naufali

redaksi

Islamika Media Group merupakan Lembaga Pers Mahasiswa yang berada di bawah naungan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *