Mundurnya Dua Sekretaris BEM FAI, Administrasi Ormawa Terkendala
ISLAMIKAONLINE.com – Dua Sekretaris Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (BEM FAI UMS) Periode 2026 mengundurkan diri dalam rentang waktu kurang dari dua pekan. Diketahui, Sekretaris Umum 1 mengundurkan diri pada 11 September 2026, disusul Sekretaris Umum 2 pada 23 September 2026. Keduanya menyebut tekanan organisasi, perubahan beban kerja, serta keterbatasan waktu dan kapasitas sebagai bagian dari alasan pengunduran diri.
Pengunduran diri tersebut tidak hanya menyisakan kekosongan posisi, tetapi juga berdampak langsung pada jalannya administrasi kesekretariatan dan pelayanan terhadap Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkungan FAI UMS.
Sekretaris Umum 1 memutuskan mundur setelah menghadapi tekanan yang menurutnya berasal dari internal maupun eksternal organisasi. Dalam wawancara, ia menyebut tekanan tersebut telah menguras kondisi mentalnya.
“Alasan utamanya karena tekanan dari internal maupun eksternal yang membuat mental saya terkuras di BEM. Beban kerja BEM sebenarnya tidak berat secara fisik, tetapi secara mental ternyata melelahkan.” ujar Sekretaris Umum 1 dalam wawancara pada 09/10/26.
Dalam surat pengunduran diri, ia juga menyebut tekanan yang terakumulasi mulai memengaruhi kemampuan berpikir, mengambil keputusan, berkoordinasi, dan menjalankan tanggung jawab organisasi. Ia menilai kondisi organisasi masih membutuhkan pembenahan, terutama dalam koordinasi, komunikasi, pembagian tanggung jawab, dan dinamika internal.
Selain persoalan organisasi, tuntutan akademik dan tanggung jawab lain di luar BEM turut menjadi pertimbangan. Ia memilih mundur karena merasa tidak lagi mampu memberikan kontribusi secara optimal.
“Saya memilih untuk mundur bukan karena saya berhenti peduli terhadap organisasi, tetapi karena saya masih menghargai amanah yang pernah diberikan kepada saya.” tulisnya dalam surat pengunduran diri.
Ia menilai mempertahankan jabatan ketika tidak mampu menjalankan tanggung jawab secara maksimal justru dapat menghambat keberlangsungan organisasi.
Pengunduran diri Sekretaris Umum 1 kemudian mengubah tata kelola di kesekretariatan. Sekretaris Umum 2 yang sebelumnya lebih banyak menangani bagian internal BEM harus ikut menangani pekerjaan yang sebelumnya ditangani Sekretaris Umum 1, termasuk proposal, surat, pengecekan administrasi, dan kebutuhan Ormawa FAI.
“Ketika Sekum 1 keluar, saya lumayan kewalahan. Yang saya urus internal saja sudah cukup menguras, apalagi harus menangani eksternal juga,” ungkap Sekretaris Umum 2 saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, sebelumnya dirinya masih bergantung pada Sekretaris Umum 1 untuk koordinasi dan arahan dalam menjalankan sejumlah pekerjaan kesekretariatan. Setelah Sekretaris Umum 1 mengundurkan diri, beban tersebut harus ditangani sendiri sehingga membuatnya semakin kewalahan.
Kondisi tersebut juga tercantum dalam surat pengunduran dirinya. Ia menyebut perubahan alur kerja setelah pengunduran diri Sekretaris Umum 1 membuat penanganan urusan internal dan eksternal bertumpu pada dirinya seorang diri. Kondisi itu dinilai sulit dijalankan secara berkelanjutan.
Meski memutuskan mundur pada 23 September 2026, Sekretaris Umum 2 mengatakan dirinya tetap akan membantu proses pergantian kepengurusan. Ia bersama pihak terkait masih berkomitmen menyelesaikan administrasi yang belum tuntas sekaligus membantu Sekretaris Umum baru dalam proses transisi.
“Kami masih terus berkomitmen untuk memenuhi tanggung jawab yang belum selesai. Kami juga sudah berusaha membantu Sekum yang baru nanti dan menyelesaikan administrasi yang belum selesai. Proses transisi administrasi juga akan kami selesaikan dengan baik,” jelasnya.
Ia juga memastikan akses komunikasi tetap terbuka bagi Sekretaris Umum baru apabila membutuhkan arahan mengenai pekerjaan kesekretariatan. Sejumlah SOP, surat, proposal, dan template administrasi yang sebelumnya dibuat masih tersedia dan dapat digunakan sebagai acuan.
“Kami tidak menutup akses untuk tanya-tanya. Kami tetap membantu apa yang dibingungkan,” tuturnya.
Menurutnya, dukungan tersebut diberikan agar Sekretaris Umum baru dapat memahami sistem administrasi yang telah berjalan dan mampu melanjutkan koordinasi dengan sekretaris bidang.
Ia berharap Sekretaris Umum yang baru dapat lebih siap dan memahami pekerjaan kesekretariatan sehingga roda administrasi BEM FAI UMS tetap berjalan setelah pergantian tersebut.
Pengunduran diri dua sekretaris umum tersebut turut memengaruhi jalur administrasi Ormawa di lingkungan FAI. Muhammad Royan selaku perwakilan sekretaris Ormawa FAI mengatakan pihaknya mengetahui pengunduran diri ketika hendak mengajukan proposal kegiatan.
Menurut Royan, perubahan tersebut membuat sejumlah urusan administrasi harus ditangani sementara oleh pihak lain. Ia menilai apabila tugas kesekretariatan dialihkan kepada bendahara BEM, terdapat potensi beban kerja ganda karena bendahara juga memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan.
“Kalau ke bendahara, kemungkinan tidak terlalu lancar, karena mereka hitungannya double job. Selain mengurus RAB keuangan, mereka juga mengurus administrasi,” ujar Royan dalam wawancara pada 06/10/26.
Royan menilai persoalan internal BEM FAI tidak hanya berdampak pada pemerintahan mahasiswa, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh Ormawa lain ketika jalur administrasi terhambat.
“Kalau ada satu penghambat, salah satunya permasalahan BEM, ya kami yang terdampak langsung,” katanya.
Ia berharap struktur BEM FAI segera kembali berjalan sesuai fungsi dan tugas masing-masing sehingga tidak menghambat aktivitas Ormawa.
“Harapannya mereka menjalankan tupoksi dengan baik, strukturalnya benar, agar nggak menghambat kami. Kami perlu melalui jalur-jalur itu supaya tujuan kami tercapai,” ujar Royan.
Royan juga berharap persoalan internal BEM FAI dapat diselesaikan dengan baik dan tidak berlarut-larut. Ia menilai pihak yang melakukan kesalahan perlu mengakuinya agar persoalan tidak semakin panjang.
“Semoga mereka bisa selesaikan permasalahan dengan sebaik-baiknya, dan mengakui kesalahan kalau memang benar-benar salah,” katanya.
Gubernur BEM FAI UMS, Muhammad Arya Kautsar, mengatakan pengunduran diri tersebut berkaitan dengan sejumlah faktor. Ia menyebut kelelahan menghadapi kondisi organisasi serta persoalan internal dan eksternal menjadi bagian dari dinamika yang dihadapi pengurus.
“Yang namanya organisasi memang ada pasang surutnya. Mungkin mereka udah dari tahap capek dengan kondisi, kemudian capek dengan permasalahan internal dan eksternal,” ujar Arya dalam wawancara pada 09/10/26.
Untuk mengisi kekosongan posisi, Arya mengatakan pihaknya telah menyiapkan beberapa nama yang memahami bidang kesekretariatan. Terdapat tiga nama yang akan dipertimbangkan dan akan diupayakan sebelum nantinya ditentukan pihak yang akan masuk ke dalam struktur BEM.
“Tiga nama yang bakalan nanti kita lobby lagi. Dan nanti kita juga bakalan masukin satu orang ke struktural BEM,” ujar Arya.
Menurut Arya, anggota yang nantinya dinaikkan ke posisi sekretaris umum juga akan meninggalkan posisi sebelumnya sehingga perlu dilakukan penyesuaian pada struktur kepengurusan. Ia menyebut secara administrasi terdapat kebutuhan untuk mengisi beberapa posisi sekaligus.
“Secara administrasi kita butuh tiga orang. Tapi nanti kita usahakan empat atau tiga orang,” jelasnya.
Penataan tersebut juga akan diikuti dengan perubahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan untuk menyesuaikan posisi baru dalam struktur BEM FAI.
Arya menilai kondisi tersebut menjadi evaluasi bagi BEM FAI, terutama terkait komitmen pengurus sejak awal periode. Ia juga berharap struktur kepengurusan tidak disusun terlalu mepet dengan jumlah minimal yang ditentukan dalam aturan organisasi.
“Evaluasi dari aku mungkin komitmen dari awal itu harus dijaga kembali. Karena yang namanya organisasi banyak dinamika. Cuman bagaimana kita berkomitmen terhadap organisasi itu,” ujarnya.
Dengan mundurnya dua Sekretaris Umum dalam waktu kurang dari dua pekan, persoalan BEM FAI tidak hanya menyangkut pergantian jabatan. Perubahan beban kerja, tekanan organisasi, serta kebutuhan penataan ulang struktur kini menjadi pekerjaan rumah agar fungsi kesekretariatan dan jalur administrasi ormawa tetap berjalan.
Reporter : Zulfa Hasanah & Muhammad Jundullah
Editor : Imam Wicaksana

