CITROGUARD 3IN1: Insektisida Berbahan Alami sebagai Inovasi Mahasiswa FAI UMS melalui Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K)
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan penting di Indonesia yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Pada tahun 2024, tercatat lebih dari 14 juta kasus dengue dan lebih dari 10 ribu kematian secara global, dengan beban terbesar terjadi di kawasan Asia, termasuk Indonesia . Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan dan pengendalian nyamuk secara berkelanjutan. Di sisi lain, gangguan kecemasan pada remaja juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi produktivitas, kualitas tidur, konsentrasi, daya ingat, dan stabilitas emosional. Kecemasan yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan kegelisahan yang mengganggu proses tidur, sehingga berdampak pada aktivitas sehari-hari dan prestasi akademik siswa.
Berawal dari persoalan sederhana di lingkungan sekitar, sekelompok mahasiswi Fakultas Agama Islam dan Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) beranggotakan 5 orang, Tri Astuti Rejeki Handayani (IQT25) sebagai ketua, Siti Fatimah Amalia (IQT25) ,Zahra Lu’lu’a Salsabila (IQT25), Dinda Cahya Maghfiroh (Pend. Bio25), Saniya Zulfa Riyani Sari (IQT25), dan juga didampingi oleh Ibu Endang Setyaningsih, S.Si., M.Si., Ph.D. Tim CITROGUARD3IN1 mengembangkan sebuah inovasi yang memadukan pengusir nyamuk, pengharum ruangan, dan aromaterapi dalam satu produk. Inovasi tersebut diberi nama CITROGUARD 3IN1, produk berbasis bahan alami yang memanfaatkan ekstrak kulit jeruk, sereh, dan cengkeh.
CITROGUARD 3IN1 dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K). Produk ini hadir sebagai alternatif dari penggunaan pengharum dan pengusir nyamuk yang umumnya memiliki aroma menyengat serta menggunakan bahan sintetis. Melalui pemanfaatan bahan yang berasal dari tumbuhan, tim berupaya menciptakan produk yang tidak hanya memiliki nilai guna, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Salah satu bahan utama yang digunakan adalah kulit jeruk. Selama ini, kulit jeruk sering kali berakhir sebagai limbah setelah bagian buah dikonsumsi. Padahal, kulit jeruk memiliki kandungan senyawa aromatik yang dapat dimanfaatkan. Bahan tersebut kemudian dikombinasikan dengan sereh dan cengkeh yang telah lama dikenal memiliki aroma khas dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan dalam produk pengusir serangga.
Keunikan CITROGUARD 3IN1 tidak hanya terletak pada bahan yang digunakan, tetapi juga pada konsep tiga fungsi dalam satu produk. CITROGUARD3IN1 dirancang untuk membantu mengurangi keberadaan nyamuk sekaligus memberikan aroma yang lebih nyaman di dalam ruangan. Selain itu, aroma yang dihasilkan dapat memberikan suasana yang lebih segar sehingga produk tidak hanya berorientasi pada fungsi pengusir nyamuk. Berbeda dengan produk pengusir nyamuk berbentuk semprot atau bakar, CITROGUARD3IN1 dikembangkan dalam bentuk reed diffuser. Penggunaan reed diffuser memungkinkan aroma menyebar secara perlahan melalui batang diffuser tanpa menghasilkan asap seperti pada produk anti nyamuk bakar. Konsep ini menjadi salah satu upaya tim untuk menghadirkan produk yang lebih praktis digunakan di dalam ruangan.
Pengembangan CITROGUARD3IN1 tidak berhenti pada tahap pembuatan produk. Melalui PKM-K, mahasiswa juga belajar bagaimana sebuah gagasan dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual. Proses tersebut meliputi perencanaan produk, pengolahan bahan, pengemasan, pemasaran, hingga evaluasi terhadap respons konsumen. Pengalaman penggunaan CitroGuard3in1 juga mendapat respons positif dari konsumen. Salah satu pengguna, Aulan, menyampaikan, “Aromanya enak dan menenagkan. Bisa bgt buat pengusir nyamuk dan bisa menambah kualitas tidur malam hari.” Menurutnya, aroma yang dihasilkan terasa nyaman dan produk cukup praktis digunakan di dalam ruangan. Respons tersebut menjadi salah satu masukan bagi tim dalam mengevaluasi dan mengembangkan CITROGUARD3IN1 agar semakin sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dalam proses pemasaran, CITROGUARD3IN1 diperkenalkan melalui berbagai media digital. Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat sekaligus membangun identitas merek. Tim juga mengembangkan konsep komunikasi produk dengan mengangkat tiga manfaat utama, yaitu sebagai pengusir nyamuk, pengharum ruangan, dan aromaterapi.
Pengembangan produk ini juga menjadi bentuk penerapan kreativitas mahasiswa dalam melihat persoalan di lingkungan sekitar. Kulit jeruk yang sebelumnya dianggap tidak memiliki banyak manfaat dapat dikembangkan menjadi bagian dari produk bernilai ekonomi. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap produk pengharum ruangan dan pengusir nyamuk membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan usaha berbasis inovasi. Perjalanan CITROGUARD3IN1 menjadi gambaran bahwa inovasi dapat dimulai dari hal sederhana. Dari kulit jeruk yang sering dianggap tidak memiliki peluang manfaat, kemudian dipadukan dengan bahan alami lainnya, lahirlah sebuah produk yang mencoba menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Bagi tim, proses tersebut bukan hanya tentang menghasilkan sebuah produk, tetapi juga tentang belajar mengubah masalah menjadi peluang. CITROGUARD3IN1 menjadi bukti bahwa kreativitas mahasiswa dapat diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang memiliki manfaat sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat. Semua informasi mengenai CITROGUARD3IN1 bisa kamu akses diinstagram @citroguard3in1.pkmk.
CITROGUARD3IN1, AMAN DAN MENENAGKAN
Penulis: Saniya Zulfa Riyani Sari
Editor: Muhammad Gibran

