BEM FAI UMS Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Mahasiswa
Peserta Pelatihan Bahasa Isyarat BEM FAI UMS berfoto bersama seusai kegiatan, Sabtu (15/11/2025).
ISLAMIKAONLINE.com, UMS – Pelatihan Bahasa Isyarat yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Kegiatan yang menghadirkan M. Efendy Dela Costa dari Pusat Bahasa Isyarat Indonesia ini mengusung tema “The Power of Sign: Bersama Kita Jadi Manusia yang Seutuhnya” dan bertujuan mengenalkan dasar-dasar komunikasi dengan penyandang Tuli.
Perwakilan panitia, Tammam Sholahudin, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar yang dapat langsung dipraktikkan oleh peserta. “Kami ingin teman-teman peserta memahami dasar-dasar bahasa isyarat, seperti sapaan sederhana dan percakapan dasar, agar mereka dapat berkomunikasi dan bermuamalah dengan baik,” jelasnya pada Sabtu (15/11/2025).
Tammam menambahkan bahwa pelatihan ini disiapkan sebagai program berkelanjutan. “Niatnya akan dibuat rutin. Setelah workshop Desember nanti, rencananya setiap tiga bulan akan ada diskusi atau pelatihan lanjutan. Harapannya mahasiswa FAI punya wadah untuk terus belajar dan bahkan menyebarkan dakwah kepada teman-teman Tuli,” ujarnya. Tammam juga menambahkan, harapan panitia setelah adanya pelatihan ini agar peserta dapat terus mempertahankan dan mengembangkan kemampuan yang sudah dipelajari.
Pelatihan berlangsung secara interaktif. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan perkenalan, sapaan sederhana, hingga percakapan dasar. Salah satu peserta, Baso Wahid Muhidin, mengaku mengikuti pelatihan ini karena ketertarikannya muncul setelah menonton drama Korea Twinkling Watermelon. “Awalnya tertarik karena drama itu banyak pakai bahasa isyarat. Dari situ saya mulai tertarik untuk bisa memahami bahasa isyarat dan juga sadar pentingnya bisa berkomunikasi dengan teman-teman Tuli,” ungkapnya ketika diwawancarai pada Sabtu (15/11/2025).
Baso menuturkan bahwa ia belum pernah menemukan kegiatan serupa sebelumnya, sehingga poster kegiatan ini langsung menarik perhatiannya. Ia juga menyampaikan kesan positif selama mengikuti kelas. “Kesannya sangat senang. Saya baru tahu kalau bahasa isyarat itu beragam, bahkan di Indonesia ada enam macam. Pelatihan ini sesuai ekspektasi karena langsung praktik, bukan teori saja,” ujarnya. Baso berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan. “Semoga ada batch dua dan seterusnya, supaya semakin banyak orang punya kesempatan belajar,” harapnya.
Pelatihan Bahasa Isyarat ini menjadi salah satu upaya BEM FAI UMS untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan inklusif, sekaligus mendorong mahasiswa agar lebih siap membangun interaksi yang ramah dan setara dengan penyandang Tuli.
Reporter: Vika Nurfitria Noviana dan Imam Aditiya Nugraha
Editor: Aryanti Artikasari

