Belajar dari Dapur Redaksi: LPM Islamika UMS Kunjungi detikJateng
Kunjungan – Momen foto bersama LPM Islamika UMS bersama tim detikJateng usai sesi sharing (2/12).
ISLAMIKAONLINE.com, UMS – Dengan mengusung tema “Menelusuri Jejak Pers, Menumbuhkan Literasi Bangsa,” Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Islamika Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan Studi Banding (STUBAN) ke detikJateng pada Selasa, 2 Desember 2025. Kunjungan ini membuka ruang bagi para peserta untuk melihat langsung bagaimana dapur redaksi bekerja dan bagaimana sebuah berita dibentuk sejak awal hingga tayang.
Pemas, Ketua Umum (Ketum) LPM Islamika, menyampaikan bahwa tujuan STUBAN ke detikJateng adalah untuk sharing dan bertukar pengalaman dengan rekan-rekan dari detikJateng. Ia menjelaskan bahwa LPM Islamika masih ditahap pemula dalam dunia kejurnalistikan, sehingga membutuhkan insight langsung dari orang yang sudah berpengalaman. “Tapi, tujuan kami intinya adalah ingin belajar kepada rekan-rekan detikJateng,” ujarnya (2/12).
Sukma Indah Permana, Kepala Redaksi detikJateng dan detikJogja, menyampaikan tentang sejarah berdiri hingga cara kerja detikJateng. Ia menegaskan bahwa detikJateng merupakan produk Reformasi karena lahir pada 29 Mei 1998 dengan domain yang sudah aktif sejak saat itu. Dan detikJateng dikenal sebagai media digital yang terpopuler di seluruh Indonesia, “Kita itu memang konsepnya karena media online jadi basic-nya lebih ke Breaking News,” tuturnya (2/12).
Pemas kemudian mempertanyakan, apakah detikJateng pernah diminta takedown oleh pemerintah karena berita dianggap tidak sesuai, mengingat adanya pengalaman buruk media lain seperti Tempo yang diintimidasi dengan kiriman kepala babi dan tikus. Sukma menjelaskan bahwa permintaan takedown tidak pernah datang dari pemerintah, melainkan seringkali muncul karena kepentingan personal atau ketidakpahaman publik, meskipun redaksi pernah menghadapi risiko besar seperti doxing yang menimpa wartawan. Ia lantas memberikan panduan tegas dalam menghadapi tekanan tersebut: “Selama apa yang diberitakan benar, ya sudah lanjutkan saja.”
Inni Fadilatul Adawiyyah, Peserta STUBAN, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberinya banyak manfaat dan pengalaman langsung tentang dunia kejurnalistikan, terutama karena ia bisa melihat secara nyata hal-hal yang sebelumnya dipelajari dalam PJTD (Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar -red). Ia juga mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut membuatnya memahami cara kerja media besar sekaligus berharap ada kesempatan mengunjungi media cetak di lain waktu. Antusiasme itu ternyata juga dirasakan oleh peserta lain, “Seru! Banyak hal-hal baru dan bener-bener mengobati rasa keingintahuan, Kak,” sambung Ammar Abdulmatin (2/12).
Reporter: Pemas
Editor: Aryanti Artikasari

