Dialogika Mahasiswa Hadirkan Bedah Buku Filosofi Teras, Bahas Cara Menghadapi Hal di Luar Kendali
ISLAMIKAONLINE.com, UMS – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Hukum Ekonomi Syariah (HES) menyelenggarakan Dialogika Mahasiswa melalui kegiatan bedah buku Filosofi Teras di Taman Djazman, Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Fokus pada Apa yang Bisa Dikendalikan: Belajar Berdamai Hal di Luar Kuasa Kita.”
Kegiatan ini diwadahi oleh Bidang Kajian Hukum Islam HMP HES sebagai bagian dari ruang diskusi mahasiswa. Muhammad Faisal selaku pengurus Bidang Kajian Hukum Islam menjelaskan, bidang tersebut memang memiliki fungsi untuk mewadahi kegiatan diskusi mahasiswa.
“Bidang Kajian Hukum Islam memang menjadi bidang yang mewadahi diskusi. Sebelumnya sempat ada rencana untuk mengadakan diskusi, tetapi karena beberapa kendala akhirnya belum terlaksana. ujar Faisal.
Menurut Faisal, pelaksanaan bedah buku kali ini kemudian terlaksana setelah Gandi Teguh Ardiansyah menghubunginya dan mengusulkan konsep kegiatan tersebut. Gandi juga turut menjadi salah satu pemantik dalam forum.
Forum menghadirkan Farhat Abdillah dan Gandi Teguh Ardiansyah sebagai pemantik. Pembahasan berfokus pada gagasan dalam buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring, khususnya mengenai bagaimana seseorang menghadapi persoalan yang berada di luar kendalinya.
Farhat menjelaskan bahwa salah satu gagasan penting dalam filosofi stoik adalah membedakan hal-hal yang berada dalam kendali diri dengan hal-hal yang berada di luar kendali. Menurutnya, opini pribadi dan tindakan diri sendiri termasuk dalam hal yang dapat dikendalikan, sedangkan opini orang lain, kekayaan, kecantikan, dan kepintaran berada di luar kendali sepenuhnya.
Pembahasan tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan mahasiswa. Farhat mencontohkan berbagai persoalan yang dapat muncul selama menjalani kehidupan perkuliahan, mulai dari persoalan keluarga, pertemanan, hingga pengalaman mahasiswa perantauan yang menghadapi perbedaan lingkungan dan bahasa.
Sementara itu, Gandi menekankan bahwa Filosofi Teras tidak hanya dipelajari sebagai teori filsafat, tetapi dapat dipahami sebagai sebuah way of life atau jalan hidup. Ia menjelaskan bahwa buku tersebut membahas cara menjalani kehidupan, salah satunya melalui konsep dikotomi kendali.
Selain dikotomi kendali, Gandi juga membahas konsep mental contrasting, yaitu menggabungkan pemikiran positif dengan pertimbangan terhadap kemungkinan hambatan yang dapat terjadi. Menurutnya, seseorang tidak hanya perlu membayangkan hasil yang baik, tetapi juga mempertimbangkan tantangan yang mungkin ditemui dalam prosesnya.
Melalui Dialogika Mahasiswa tersebut, forum tidak hanya menjadi ruang untuk membedah isi buku, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mendiskusikan persoalan kehidupan yang dekat dengan permasalahan mereka.
Reporter : Zulfa Hasanah
Editor : Imam Wicaksana

